Penyelesaian Hak Asuh Anak


Jumlah kasus perceraian di Indonesia selalu menunjukkan kenaikan setiap tahunnya. Alasannya pun beragam, mulai dari ketidak harmonisan, Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT),
perbedaan usia, finansial.
Sebuah studi yang dilakukan oleh seorang profesor dari Universitas Utah menuturkan bahwa kecenderungan bercerai lebih sering terjadi pada pasangan yang menikah di bawah usia 20 tahun atau di atas 32 tahun.
Faktanya, hampir semua pasangan yang bercerai umumnya telah memiliki anak. Tentu saja, anak akan mendapatkan dampak yang paling besar terhadap perceraian orang tua, terlebih jika usianya masih begitu belia dan belum banyak memahami persoalan rumah tangga. Perebutan hak asuh pun tak terelakkan, yang membuat orang tua pada akhirnya menggunakan jalur hukum dan memakai jasa pengacara hak asuh anak.
Meski tak tinggal bersama, setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Baik ayah maupun ibu tentu memiliki cara tersendiri untuk mendidik anaknya, dan inilah yang menjadi penyebab utama hak asuh anak diperebutkan. Oleh karena itu, orang tua perlu tahu semua informasi yang berkaitan dengan hak asuh anak setelah perceraian.
Setelah resmi bercerai, bukan berarti persoalan pasangan akan berhenti. Masih ada berbagai masalah lain yang harus diselesaikan, salah satunya adalah mengenai hak asuh anak. Sebenarnya, anak masih menjadi tanggung jawab kedua orang tuanya hingga ia dewasa walaupun tidak lagi tinggal dalam satu atap. Hak asuh atas buah hati pun bisa dimiliki siapa saja, baik ayah maupun ibunya. Orang tua pun berhak memutuskan hak asuh atas anak dengan cara kekeluargaan atau melalui jalur hukum.

Cara Mendapatkan Hak Asuh Anak


Mengutamakan Anak di Atas Segala Urusan

Saat proses hukum sedang berlangsung, jangan pernah memengaruhi anak untuk memilih Anda sebagai orang tua asuhnya, karena jika pihak pengadilan mengetahuinya, bukan tidak mungkin hakim akan memilih pihak lain untuk mengasuh sang buah hati. Cukup prioritaskan anak di atas segala urusan Anda, karena ia butuh kasih sayang kedua orang tuanya.

Kumpulkan Saksi dan Dokumen yang Terkait dengan Hubungan dengan Anak

Anda dekat dengan sang buah hati? Tuliskan kedekatan Anda dengannya dalam laporan. Tuliskan pula semua informasi tentang anak yang Anda ketahui. Selama persidangan, dokumen dan saksi menjadi kunci penting supaya Anda bisa memenangkan hak asuh anak. Meski begitu, Anda tidak boleh melakukan penipuan saat mengumpulkan dokumen atau mendatangkan saksi, karena hakim bisa mengetahuinya.

Cari Informasi Seputar Hak Asuh Anak di Daerah Tempat Tinggal

Supaya bisa memahami situasi dan kondisinya, akan lebih baik jika Anda mencari tahu semua informasi mengenai hukum pengasuhan anak di daerah tempat tinggal. Jangan lupa juga untuk mempelajari bagaimana proses mengasuh anak, peran serta hak dan kewajiban Anda sebagai orang tua asuh. Data ini akan menguatkan Anda untuk mendapatkan hak asuh atas anak.

Kenali Kekuatan dan Kelemahan Sebagai Orang Tua

Sebagai orang tua, tentu Anda memiliki kelebihan maupun kekurangan. Ingat saja, tak ada manusia yang sempurna, semua hadir dengan baik dan buruknya. Namun, Anda tetap bisa berjuang untuk mendapatkan hak asuh anak dengan memahami apa saja yang menjadi nilai baik dan buruk sebagai orang tua. Meski tetap ada kekurangan yang bisa meruntuhkannya, setidaknya Anda sudah berusaha dengan semua kebaikan tadi.

Menggunakan Pengacara yang Kredibel dan Berpengalaman

Agar bisa memenangkan hak asuh anak dalam persidangan, Anda tidak bisa berjuang sendirian. Oleh sebab itu, sebaiknya carilah seorang pengacara untuk membantu Anda. Tidak asal profesional di bidang hukum, pengacara yang Anda pilih harus memahami dengan baik memiliki kredibilitas dan pengalaman dalam menangani berbagai kasus perceraian, terutama soal pengasuhan anak.